Rekonstruksi Jiwa


Kesungguhan manusia untuk menyusun rencana dalam kesehariannya adalah tindakaan syukur secara lahiriyah dan bathiniyah. Kekosongan waktu membuktikan kenyataan alam fikir yang terbatas dari realitas hati yang tak pernah terbatas. 
Benar ketika Tuhan telah membekali fitrah pada tiap-tiap manusia lalu dengan keagunganNya bahwa hati adalah pusat dari segala keadaan, dan diakui atau tidak hati merupakan pusat dhohir maupun bathin (ruh). Namun betapa bodoh mereka yang menguak yang bukan otoritasnya, maka "katakanlah bahwa ruh adalah urusan Tuhanku".
Saat kekerasan hati menggiring kebenaran menuju kekeliruan yang kemudian dianggap sebagai proses kedewasaan hidup, disitulah berhala-berhala menjelma untuk sesatkan alam fikir. Padahal pernah disinggung bahwa hati adalah raja, jika baik rajanya maka baik pula prajurit-prajuritnya. Lalu dimana poros 'akhlak'nya? 
Keindahan yang mampu mengurung kata-kata adalah sebaik-baik perhiasan dunia, kenyataan ini ada pada kata yang tak mampu mewakili peristiwa. Dibalik itu semoga keburukan menjadi kebaikan yang belum terkuak kulitnya. Mahasuci Alloh Tuhan semesta alam...
Wallohua'lam...... 

Related Post

Next
Previous

0 Komentar: