Berfikir Kualitatif

Awal dari perjalanan hidup ini adalah untuk menjadi pemimpin yang adil, artinya keputusan-keputusan didalam menyikapi masalah hidup tidak boleh terintimidasi keciali oleh Alloh. Maka jangan mau "menjadi yang bukan dirimu sendiri" karena puncak tiap-tiap yang manusia hadapi harus dikembalikan kepada Sang Pemberi pelajaran / Yang Maha mendidik (Rabb). Maka kebaikan seperti apapun yang anda tentukan belum pasti itu benar, dan benar dalam memilih itupun penting untuk mempertimbangkan kebaikannya.

Lika-liku didalam hidup perlu dipelajari diulas terus menerus agar tidak mudah kagetan juga tidak mudah marah jika terdapat "belokan" tajam. Apalagi disini demokrasi ngawur; yang lahir juga bertempat tinggal dan berKTP Indonesia saja masih harus ditanyai "Anda Pancasila tidak?!".

Kalau saja orang aqil baligh itu berstandar pada umur; mungkin saja orang berumur sekian wajib nikah, malah bisa jadi kalau belum menikah harus menunggu sekian tahun lagi baru boleh menikah. Begitulah framing manusia abad 20 berfikir, jadi kalau tidak memaksakan kehendak ya akan dipakasakan oleh kehendak.

Putusan apa saja yang akan Anda pilih adalah puncak pecapaianmu terhadap yang Anda lakukan, karenanya kemungkinan yang pasti hanyalah milikNya.


Related Post

Next
Previous

0 Komentar: