Perokok dan Pipa Rokok

Perokok lambat laun makin diancam pemerintah yang berkepentingan, mereka didayagunakan sebagai alat bantu pajak demi memperbesar perut "negara-wan" yang dihatapkan terus membuncit seiring program-program, pasal-pasal, polese, tunjangan, lemburan dan lain sebagainya dengan dalih kebenaran masing-masing.

Karena rokok merupakan kebutuhan bagi manusia yang harus munculkan ide dalam menjawab masalah-masalah hidup yang kian ruwet juga mbulet (diputar-putarkan oleh sistem buatan kaum jahil), tentu mereka tidak bisa dipaksa untuk tidak merokok seharian tanpa alasan kuat seperti puasa. Bahkan mereka siap dan berani hutang sebungkus rokok ke warung langganan walau belum jelas penghasilannya.

Perokok dianggap punya mental pemberani atau tekatnya seperti mendapat rekomendasi Tuhan untuk tetap merokok itu, tentu tidak kemudian begitu saja mereka divonis lebih cepat mendekati kematian daripada yang tidak merokok. Karena manusia di vonis lebih cepat mati itu tidak terletak pada objek yang sering ia lakukan juga tidak pada apa yang ia konsumsi. Karena manusia sudah diberi akal untuk mempertimbangkan dalam hal itu agar memanageman kebutuhannya sendiri. Tidak mungkin dalam waktu 5 menit ia menghabiskan 3 batang rokok, karena ia pasti tau takaran untuk dirinya sendiri.

Kalau rokok membunuh perokok itu juga tidak dibenarkan secara teoritis, tidak sesimpel itu menyimpulkan menjadi sebuah teori. Bahkan ada redaksi perokok pasif dan perokok aktif, diskriminatif banget bagi yang merokok, padahal bagi kendaraan solar / kendaraan berasap juga industri mesin berasap tidak diberi gelar sedemikian.

Ah, sudah. Tidak berdapak apa-apa juga tulisan ini jika difikir hanya secara linier. Terkhusus bagi penikmat rokok, ini ada ponakan yang nitip pipa rokok, mungkin ada yang ingin berekspresi atau sekedar koleksi boleh memesan. Barang bisa dipesan atau bisa juga request bentuk tipe dan jenis kayunya via kontak profil blog ini. ;)
Pipa Rokok. Pesan Pipa Rokok. Rokok Sehat.

Related Post

Next
Previous

0 Komentar: