Persiapan Penetasan Telur Gurame

Telur Gurame siap menetas

Dalam kegiatan pemeliharaan larva ikan gurame hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
- Wadah pemeliharaan
- Kualitas air
- Pakan
- Pemeliharaan/cara penanganan

Cuci bersih wadah yang akan digunakan sebagai tempat penetasan, upayakan benar-benar bersih dari bahan kimia atau bahan beracun dan berbahaya lainnya dari wadah. Gunakan deterjen saat pencucian pertama kali, lalu dapat diulang menggosok permukaan bagian dalam wadah dengan potongan gedebog pisang.
Setelah wadah benar-benar bersih, isi dengan air bersih (tidak harus jernih), dari kolam/sawah/danau/irigasi, air sumur yang sudah diendapkan 2 hari, atau air PAM yang sudah diendapkan lebih dari 4 hari. Jangan menggunakan air PAM yang mengandung kaporit tinggi (biasanya tercium bau kaporit).

KEPADATAN TELUR
Contoh:
Jika penetasan telur gurame menggunakan akuarium,untuk akuarium dengan ukuran 80 x 40 x 40 cm jumlah telur gurame yang bisa ditampung sekitar 2.000 butir telur. untuk menambah oksigen dan airnya diberi methilin blue dengan warna biru seulas untuk mencegah serangan jamur.
ketinggian air untuk pemeliharaan telur di akuarium 15 cm,Kepadatan telur selama proses penetasan adalah 4-5 butir/cm2 dengan pemberian aerasi kecil dan juga heater/pemanas air,pemberian airasi kecil dan pemanas air atau pemanas ruangan ini jika di perlukan karena setiap daerah berbeda beda cara penanganan perawatan telur gurami yang baik,jika lebih aman tidak memakai airasi karena pemakaian aerasi untuk penetasan telur gurami bisa membuat telur gurami mabuk. aerator berfungsi untuk mensuplai oksigen ke air akuarium. aerator ini berfungsi meningkatkan kandungan oksigen. oksigen diperlukan oleh ikan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ikan. proses metabolisme ikan dalam tahap pertumbuhan memerlukan oksigen, bila kandungan oksigen di dalam akuarium kurang maka akan mempengaruhi kehidupan ikan sehingga ikan pertumbuhannya kurang optimal.

Tipe heater berbeda-beda ada yang 50 watt, 75 watt dan 100 watt namun kesemuanya itu sama yaitu untuk meningkatkan suhu air dan mempertahankan suhu air pada media pemeliharaan agar suhu air stabil tidak berfluktuasi tinggi terutama pada pergantian cuaca, malam ke siang siang ke malam.

hal yang sangat berpengaruh terhadap adanya heater adalah suhu air, dimana suhu air membantu dalam meningkatkan nafsu makan ikan, ikan akan bertambah nafsu makannya pada kondisi air yang suhunya optimal (hangat) karena bila suhu optimal akan membantu proses metabolisme ikan dalam menguraikan makanan menjadi energi dan untuk pertumbuhan ikan. ikan akan bertambah berat dan panjang bila ada nutrisi yang didapatkannya, nutrisi yang utama untuk kebutuhan ikan adalah protein disamping nutrisi lainnya seperti karbrohidrat, lemak Suhu optimal untuk pemeliharaan larva adalah 20 - 29 derajat celcius.

Telur  gurame akan menetas dalam selang waktu 24-48 jam tergantung suhu media penetasan. Sebaiknya suhu dipertahankan pada kisaran 29- 30 oC untuk meningkatkan derajat penetasan telur ikan gurame.  Larva biasanya akan bergerak berputar-putar dan berkelompok. Siapkan tempat untuk pendederan, karena pada hari ke 3-4 larva gurami sebaiknya sudah dipindahkan ke kolam pendederan untuk pemeliharaan selanjutnya. Di kolam pendederan (usia 4-5 hari) larva sudah berenang dengan perut buncit berisi kuning telur, sehingga belum perlu diberi pakan BIASANYA Pemberian pakan dimulai saat larva berusia 7-8 hari.
Telur Gurame: Sukses Makmur Abadi

PAKAN SETELAH PENETASAN
Pemberian pakan dapat dimulai setelah larva dipindahkan kekolam emen atau terpal. Pakan berupa cacing rambut (Tubifex sp.), Daphnia sp., Moina sp., atau pakan alami lainnya yang sesuai ukurannya. Benih gurame dapat dipelihara di akuarium, bak kayu yang dilapisi plastik, bak tembok atau ditebar langsung ke kolam pendederan.

Pemeliharaan benih pada wadah terkontrol harus dilengkapi dengan aerasi untuk suplai oksigen dan terhindar dari kontak langsung dengan hujan namun hal ini tiap daerah berbada beda karena banyak petani gurame yang kolamnya tidak ada atapnya.

Pakan awal berupa cacing rambut, Daphnia sp., Moina sp., atau sumber protein hewani lainnya. Bahan-bahan nabati dapat mulai diberikan setelah larva berumur 36-40 hari. Sedangkan pakan buatan (pelet) dapat diberikan dengan menyesuaikan bukaan mulut ikan. Setelah 15-20 hari, lakukan seleksi dan kelompokan sesuai ukuran lalu pisahkan kolam pendederan untuk masing-masing ukuran, agar pertumbuhan bibit gurami seragam, dan mudah penentuan harga jika ada pesanan.


Lama pemeliharaan dan benih yang dihasilkan antara lain: Benih berumur 40 hari dapat mencapai ukuran 1-2 cm (setara ukuran kuku). Benih berumur 80 hari dapat mencapai ukuran 2-4 cm (setara ukuran jempol). Benih berumur 120 hari dapat mencapai ukuran 4-6 cm (setara ukuran silet). Dan benih berumur 160 hari dapat mencapai ukuran 6-8 cm (setara ukuran korek di masyarakat).
Sumber: www.benihgurame.com 

Pemesanan Bibit Gurame Unggul 
Wilayah Lampung via :

Related Post

Next
Previous

0 Komentar: