Profil Pokdakan Sukses Makmur Abadi



I. Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya kondisi perekonomian menjadikan faktor utama untuk merubah keadaan menjadi lebih baik dengan mengutamakan keberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan potensi sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peluang usaha. Masyarakat sebagai pelaku ekonomi yang menentukan serta memilih potensi sumber daya sesuai dengan kemampuannya. Sumber daya alam potensial banyak ditemui di daerah pedesaan. Dengan terjangkaunya kondisi fisik dan sosial masyarakat dalam penggunaan sumber daya alam sebagai sumber pendapatan. Mata pencarian masyarakat banyak bergantung di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Kegiatan usaha ekonomi masyarakat berbasis sumber daya tersebut merupakan unit usaha terbesar mencapai 48,85% (Sumber: www.depkop.go.id, diakses pada bulan Januari 2015). 

Mengingat faktor ekonomi yang terdiri dari: 
a. Sumber Daya Alam 

Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah sumber alam atau tanah, yang mencakup kesuburan tanah, letak dan susunannya, kekayaan hutan, mineral, iklim, sumber air, sumber lautan dan sebagainya. Semakin banyak tersedianya sumber alam di suatu negara maka akan semakin baik bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Bagi negara yang kurang sumber alam maka tidak dapat membangun negaranya dengan cepat. Selain sumber alam yang banyak diperlukan juga pemanfaatan sumber alam secara baik dan tepat dengan penggunaan teknologi yang canggih dan baik sehingga efisiensi dipertinggi dan sumber daya alam dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. 

b. Akumulasi Modal 
Faktor ekonomi penting yang kedua dalam pertumbuhan ekonomi adalah akumulasi modal. Modal berarti persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat direproduksi. Apabila stok modal naik dalam jangka waktu tertentu, hal ini disebut akumulasi modal atau pembentukan modal. Menurut Profesor Nurkse, “makna pembentukan modal ialah, masyarakat tidak melakukan keseluruhan kegiatannya saat ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumsi yang mendesak, tetapi mengarahkan sebagian daripadanya untuk pembuatan barang modal, alat-alat dan perlengkapan,mesin dan fasilitas pengangkutan, pabrik dan peralatannya”. Dalam hal ini pembentukan modal merupakan investasi dalam bentuk barang-barang modal yang dapat menaikkan stok modal, output nasional dan pendapatan nasional.

Proses pembentukan modal bersifat kumulatif dan membiayai diri sendiri serta mencakup tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu:
1. Keberadaan tabungan nyata dan kenaikannya;
2. Keberadaan lembaga keuangan dan kredit untuk menggalakkan tabungan dan menyalurkan kejalur yang dikehendaki;
3. Mempergunakan tabungan untuk investasi barang modal.
Pembentukan modal merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi. Disatu pihak ia mencerminkan permintaan efektif, dan dipihak lain ia menciptakan efisiensi produktif bagi produksi dimasa depan.

c. Organisasi 
Oganisasi merupakan bagian penting bagi pertumbuhan. Organisasi berkaitan dengan penggunaan faktor produksi didalam kegiatan ekonomi. Organisasi bersifat melengkapi (komplemen) modal, buruh dan membantu meningkatkan produktiftasnya. Dalam pertumbuhan ekonomi modern, para wiraswastawan tampil sebagai organisator dan pengambil risiko diantara ketidak pastian. Wiraswastawan bukanlah manusia dengan kemampuan biasa ia memiliki kemampuan khusus untuk bekerja dibandingkan orang lain. Fungsi utamanya adalah melakukan pembaharuan (inovasi).

d. Pembagian Kerja dan Skala Produksi
 Spesialisasi dan pembagian kerja menimbulkan peningkatan produktivitas. Keduanya membawa kearah produksi skala besar yang selanjutnya membantu perkembangan industri. Hal ini menurunkan laju pertumbuhan ekonomi. Adam Smith menekan arti penting pembagian kerja bagi perkembangan ekonomi. Pembagian kerja menghasilkan perbaikan kemampuan produksi buruh. Setiap buruh menjadi lebih efisien dari pada sebelumnya, ia menghemat waktu. Ia mampu menemukan mesin baru dan berbagai proses baru dalam berproduksi. Akhirnya produksi meningkatkan berbagai hal.
Potensi peluang pengembangan usaha perikanan yang menunjukkan prospek baik dan dapat mendorong pemulihan ekonomi. Sektor perikanan inilah yang menjadi perhatian peneliti, yang menjadi salah satu penelitian terhadap pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk memberikan fasilitas bagi masyarakat perikanan dalam bentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

Para pembudidaya ikan bergabung di dalam suatu wadah yang disebut Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan). Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) adalah kumpulan pembudidaya ikan yang terorganisir, mempunyai pengurus, aturan-aturan serta tumbuh dan berkembang atas dasar perasaan saling tertarik, karena kebutuhan akan tukar menukar informasi untuk saling melengkapi dan kesamaan kepentingan dan kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi dan sumberdaya) untuk mengembangkan usaha perikanan anggotanya. Adanya pemberdayaan dilaksanakan untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan permasalahan mendasar seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya mengenai kualitas masyarakat sektor kelautan dan perikanan khususnya bagi para pembudidaya ikan

Desa Notoharjo secara geograifs terletak di Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah, dimana merupakan desa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan budidaya ikan, dan sebagian lain ada yang memiliki usaha sampingan dengan teknik dan praktik secara tradisional. Kegiatan prikanan atau budidaya ikan, sangat berpotensi sebagai penghasilan tambahan pedapatan bagi masyarakat di lingkungan Desa Notoharjo. 

Melihat jumlah lahan sawah di kampung Notoharjo mencapai 389,70 Ha. dan jumlah Kepala Keluarga / KK 544 jiwa, dan 85% masyarakatnya adalah petani, maka potensi perairan sangat tinggi sehingga dapat dialokasikan sebagai perikanan. Bersama program pemerintah pada preaode ini adalah swasembada pangan; di Kamung Notoharjo mendapat jatah tiga kali panen berturut-turut, maka potensi air akan melimpah sehingga dapat dimanfaatkan untuk perikanan dengan maksimal. 

Setiap kegiatan usaha dituntut untuk mengoptimalkan sumber daya manusianya dan bagaimana sumber daya manusia tersebut dikelola. Pengelolaan sumber saya manusia tidak terlepas dari faktor pekerja yang diharapkan bekerja sebaik mungkin demi mencapai tujuan. Pekerja merupakan aset utama dalam suatu kegiatan usaha dan memegang peran yang strategis yaitu sebagai pemikir, perencana dan pengendali aktivitas. Untuk menggerakkan pekerja agar sesuai dengan yang dikehendaki, maka haruslah dipahami motivasi manusia tersebut bekerja, karena motivasi inilah yang menentukan perilaku orang-orang untuk bekerja atau dengan kata lain perilaku merupakan cerminan yang paling sederhana dari motivasi.

Saat awal membentuk kelompok pembudidaya ikan di Desa Notoharjo Bapak Sodiq (selaku ketua kelompok) menemui tantangan. Beberapa anggota kelompok belum memiliki keberanian untuk berwirausaha di sektor perikanan ini karena perairan yang hanya ada pada musim tanam padi (setahun dua kali) akan memberi dampak pada kolam dan sirkulasi air kolam, dan hal ini tentu berpengaruh pada kesehatan ikan. Selanjutnya karena modal usaha perikanan pada khususnya yang paling berpengaruh adalah pakan, dan keterbatasan kelompok dalam mengkonsumsi pakan sesuai kemampuan dengan modal terbatas, maka akan berdampak pada kualitas ikan dan pertumbuhannya terhambat. Dimana harga pakan semakin melambung tinggi mencapai Rp. 9.000 / Kg (20 Januari 2016).

Oleh karena itu, tercetuslah ide bagi masyarakat yang sebenarnya ingin membuka usaha perikanan dengan pengelolaan secara kolektif atau kelompok. Musyawarah menjadi jembatan utama tergagasnya sebuah Kempok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Setelah beberapa ide, disepakati bersama bahwa kelompok pembudidaya ikan ini diberi nama “Sukses Makmur Abadi”.

Kelompok pembudidaya ikan Sukses Makmur Abadi yang menjadi wadah masyarakat perikanan di Dusun I Kampong Notoharjo menjadi solusi bersama dalam membangkitkan perekonoman lingkungan setempat. Pada awal Tahun 2011 Pokdaskan Sukses Makmur Abadi telah bermufakat untuk melegalkan secra resmi ke Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Tengah.

Kelompok pembudidaya ikan yang terdapat di Desa Notoharjo adalah Sukses Makmur Abadi dapat dikategorikan sebagai kumpulan masyarakat yang gemar menekuni usaha khususnya ikan air tawar gurame. Sukses Mkmur Abadi terdaftar dalam Pokdakan yang sudah mengikuti kegiatan pemberdayaan pengembangan pakan ikan mandiri TA. 2015. Jenis kegiatan yang dijalankan oleh kelompok ini yaitu pembesaran ikan lele, gurame, dan produksi pakan ikan yang hasilnya akan dijual.

Memproduksi pakan berbasis bahan lokal dalam skala besar untuk mensuplai kebutuhan pakan di kelempok pembudidaya ikan adalah solusi setrategis. Didorong bersama program pemerintah khususnya yang telah terealilsasi pada akhir 2015 manjdikan Pokdakan.  Melalui program bantuan kelompok pembudidaya ikan perupa Bantuan Bahan Baku Pakan Ikan Mandiri yang dilaksanakan oleh beberapa kelompok pembudidayaan ikan (Pokdakan), menjadi solusi cerdas dalam kebutuhan pakan ikan. Sehingga mampu mengelola pembudidayaan ikan lele menuju kesejahteraan masyarakat yang berjiwa kewirausahaan secara mandiri. Artinya, pelaku atau kelompok budidaya ikan dapat berjalan maksimal dengan hasil yang meningkat. Dengan demikian, jangka panjang usaha kelompok budidaya ikan dapat memberikan kontribusi pada program pemrintah, peluang menuju kesejahteraan anggota pada khususnya, dan lingkungan pada umumnya. 


II. TUJUAN
Mengacu pada kondisi diatas, kelompok pembudidayaan ikan (Pokdakan) Sukses Makmur Abadi merangkum kesepakatan bersama berupa profil Pokdakan dengan tujuan: 
1. Meningkatkan pembenihan ikan sebagai kebutuhan pasokan pembesaran oleh anggota kelompok pada khususnya dan lingkungan sekitar pada umumnya.
2. Pembesaran ikan patin, gurame, dan lele sebagai potensi utama dalam kelompok. 
3. Memproduksi pakan berbasis bahan lokal dalam skala besar untuk mensuplai kebutuhan pakan ikan kelompok pembudidaya ikan.
4. Memanfaatkan lokasi berpotensi sumber daya manusia.
5. Meningkatkan kemampuan managemen pengelolaan atau kelompok pembudidaya ikan secara mandiri. 


III. VISI DAN MISI 

a. VISI 
Mewujudkan usaha bidang perikanan menuju kesejahteraan kelompok berjiwa kewirausahaan dengan pakan berbasis bahan lokal sebagai solusi setrategis dan berkualitas.

b. MISI 
  1. Memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk dijadikan sebagai kolam guna peningkatan potensi usaha bidang perikanan yang berkualitas.
  2. Meningkatkan produktifitas perikanan dengan pakan berbasis bahan lokal yang dikelola secara mandiri.
  3. Membentuk jiwa aktif-kreatif dan bertanggung jawab dalam kegiatan usaha perikanan kelompok. 
I.  VISI DAN MISI
a. VISI 
Mewujudkan usaha bidang perikanan menuju kesejahteraan kelompok berjiwa kewirausahaan dengan pakan berbasis bahan lokal sebagai solusi setrategis dan berkualitas.

b. MISI
  1. Memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk dijadikan sebagai kolam guna peningkatan potensi usaha bidang perikanan yang berkualitas.
  2. Meningkatkan produktifitas perikanan dengan pakan berbasis bahan lokal yang dikelola secara mandiri.
  3. Membentuk jiwa aktif-kreatif dan bertanggung jawab dalam kegiatan usaha perikanan kelompok.

IV. POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Potensi alam yang tersedia di Desa Notoharjo kec. Trimurjo, diantaranya adalah: 
  1. Letak GeografisDesa Notoharjo berada pada daratan dengan jarak ± 6 kilometer sebelah tenggara Kota Madya Metro yang sangat berpotensi untuk pengembangan perekonomian dibidang pertanian dan perikanan. Lokasi lahan sawah di Kampung Notoharjo mencapai 389,70 Ha. dan jumlah Kepala Keluarga / KK 544 jiwa, dan 85% masyarakatnya adalah petani, dengan suhu yang cukup mendukung dalam pertumbuhan ikan tawar terutama dapat menjamin keberlangsungan pemijahan dan pembesaran bidudaya ikan.  
  2. Ketersediaan Air Denga curah hujan yang cukup dan didukung dengan air irigasi yang relative melimpah menjadikan desa Notoharjo sangat ideal sebagai pemijahan dan pembesaran ikan atau dalam hal perikananan. 
  3. Ketersediaan Transportasi dan Pangsa Pasar Letak geografis tidak jauh dari wilayah pangsa pasar dengan jalan yang mampu terbebani berat 5 ton serta akses transportasi jalan yang lancar, memudahkan masyarakat mengangkut peralatan dan penjualan ikan maupun kebutuhan yang lain.

I.  PROGRAM KERJA
Dalam rangka mengoptimalkan program Pokdakan sukses makmur Abadi, maka perlu kerangka acuhan dalam merealisasikan tujuan yang dirangkum pada visi dan misi. Program Pokdakan Sukses Makmur Abadi ini terbagi menjadi dua, yaitu; program jangka menengah dan program jangka panjang.

Adapun program jangka menengah sebagai berikut:
Meningkatkan produksi pakan ikan secara mandiri.
2.      Mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.
3.      Merealisasikan program Pengembangan Pakan Mandiri.
4.      Meningkatkan usaha bersama.
5.      Mewujudkan budidaya ikan yang berkualitas profesional dan mandiri.
6.      Terwujudnya jiwa kewirausahaan yang profesional dengan usaha mandiri secara kelompok.

Sedangkan program jangka panjang pokdakan Sukses Makmur Abadi berupa target visi misi yang tertera diatas.


VI. PENUTUP

Demikian profil ini kami susun tentu masih banyak kekurangan dan kelemahan. Akan tetapi dengan niat yang kuat dan keyakinan yang bulat, profil ini disusun sebagai bukti fisik administrative Pokdakan Sukses makmur Abadi oleh kelompok pembudidaya ikan “Sukses Makmur Abadi”.  Demikian profil ini kami susun dengan sebaik-baiknya. 

Apabila ada program  dari KKPI | Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia moho diinformasikan kepada Pokdakan kami Sukses Makmur Abadi An: Sekretaris Phone 085225 696969, trims.

KKP | Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia



Related Post

Next
Previous

0 Komentar: