Perjalanan Alam

Alam terus mengalami pergantian musim yang apabila diperhitungkan secara akurat akan ditemukan suatu siklus dan tidak mungkin terdapat poros akhir dari musim itu. Kemungkinan manusia hanya dapat memisahkan diantara musim dengan kesimpulan bersifat statis-kondisional, karena akhir abad ini dimungkinkan perputaran musim tidak pada musim itu ssendiri, entah pergeseran bumi dan matahari yang sungsang tak menentu atau memang ia punya garis baru yang oleh manusia belum ditemukan rahasianya. 

Perjalanan dari garis putaran galaxy secara astrologi mengalami perkembangan sesuai arus pengetahuan manusia ditiap abadnya, maka pada tiap-tiap kesimpulan baru hasil dari gejala-gejala alam perspektif akal manusia yang dianggap semu oleh logika barat itu menjadi puncak pengetahuan bangsa-bangsa sebelum abad Renaissance.

Penalaran manusia terhadap alam dan seputar angin, bintang, galaxy, planet ataupun disebut astrologi yang dasar pengetahuannya tentang sunatullah itu; pada saatnya akan menemukan titik koordinat tentang Tuhan, pencipta systemic-pengetahuan alam. Karena itulah perjalanan ini tidak mungkin tanpa rencana. 

Sedangkan masyarakat Jawa pada umumnya menafsirkan alam dengan musim sudah lebih awal sebelum atau bersamaan masa gelileo, dan ini tidak ada datanya, apalagi bukti fisiknya. Mungkin buku-buku di perpustakaan berlable musium karya empu dari suatu kerajaan masih bisa ditemukan secara simbolis, itupun hanya sekian persen yang akurat. 

Putaran dan arus dari gejala geologis itu oleh bangsa China diterjemahkan ditubuh manusia, dengan cara wadak dan sederhana. Begitupun lahirnya pengetahuan tentang bercocok tanam oleh bangsa Jawa. Dan tidak mustahil Tuhan memberi sejenis ilhan atau pengetahuan tentang hal itu kepada seluruh manusia, dan saya yakin itulah yang disebut arrahman arrahimNya Alloh, karena sungguh segala sesuatu berputar sesuai sunnahNya. 

Related Post

Next
Previous

0 Komentar: