Manusia DewaSa

Manusia disebut dewasa ada karena ia selalu teruji kemampuannya dalam menjalani proses tempaan dari gerahnya kehidupan, selalu tidak merasa dirinya cengeng hadapi terpaan badai fitnah dunia, bahkan dekat dengannya. Kemungkinan yang ia hadapi bukan sekedar jeruji penggerak nafsu amarah, tetapi grafitasi dadjal modern yang kian membunuh sifat kemanusiaan.

Artinya manusia dewasa yang lebih dominan menjaga martabat dirinya, bukan menghindari sifat kemanusiaan yang mendasari keangkuhannya atau sifat ke-api-an dalam dirinya. Maka kesimpulan yang berbunyi al insanu hayawanu natiq; bahwa tiap diri manusia adalah hewan yang berakal, itu apabila ia tidak dapat menjaga martabatnya. Ke-diri-annya dapat hidup hanya dengan cahaya, bukan api. 

Pasti beda kedewasaannya api dengan cahaya, meskipun api dan cahaya sama-sama memacarkan sinar. Karenanya api itu menyengat, sedangkan cahaya adalah terang.

Related Post

Next
Previous

0 Komentar: