Choice Of Love



Ketika harus memilih diantara dua pilihan yang sekaan semua salah, tetaplah aku harus memilih atas dasar kepentingan yang tidak bersifat egositis (kepentingan diri sendiri). Namun disaat kita membutuhkan dari pilihan egosi itu apakah harus dengan mengumpat dari pilihan tersebut. Sungguh tidak, perlahan beranikan diri mengungkap kejujuran itu, walau perih…namun itu realita, 
            Maka biarkan diriku mencintai sesukaku, karena yang tau cinta atau tidaknya hanyalah diriku dan Tuhan selaku penganugrahnya, karena Tuhan menganugrahkan tdk untuk menjadi penyakit, namun disitu keikhlasan dan keindahan 

 ------------------------------------------
- 2 April
Apakah aku tak mampu mengingat karena ketebalan kabut yang aku sendiri belum tau apakah ini kabut hitam atau cermin yang terang bagi hatiku.
Mungkin aku yang salah mengartikan tentang rasa.
Tak tau apa tentang hakikat perasaan sayang dan cinta,
Sampai-sampainya aku harus tenggelam oleh kesalahanku sendiri ditengah perasaan yang aku kira ini benar menurut dia juga…! Ternyata ini hanya benar menurutku.
Hanya berharap agar kau tak lagi terjerembap oleh tipuan rasa (keinginan sekejap), maka aku berdoa semoga Tuhan yang adil segera perjelas ‘apa ini’ yang sebenarnya.

Related Post

Next
Previous

0 Komentar: