Peperangan dan Kemunafikan


Tentangku dan kebohonganku terhadap Tuhan dan hari akhir

Apakah aku yang tak mau tau dengan adanya kematian?
Apakah aku yang tak mau tau dengan adanya hari pembalasan? 
Ataukah kenyatan buruk yang sedang ku alami saat ini dapat ku katakan takdir Tuhan?
____________________
Persekongkolan antara iblis dg nafsu sejalan dg misi dan hak-haknya, yaitu merayu utk menarik keyakinan para jin & manusia. Itu sebabnya lahirlah apa yg disebut syetan dari diri jin juga manusia itu sendiri. Peperangannya never ending / tdk pernah akan berhenti sebelum sangkakala isrofil ditiup. Dari situ jangan salahkan iblis/nafsu,,,karena itu semua hak mereka atas otiritasNya.
Persinggahan ketenangan, keindahan dan kenikmatan adalah yg sebenarnya menjadi bomerang pd diri ini.
Dapat kita simpulkan sementara bahwa dlm persaingan ketat antara iblis dg manusia banyak dimenangkan iblis, dikarenakan pengalaman & triknya para pecinta Tuhan telah banyak dipelajari dari sejak nenek moyang manusia yaitu adam AS. Namun perlu kita ingat bahwa sosok umat Muhammad bin Abdillah SAW tdk pernah kalah krn sebagai penyempurna & kaum yg paling dikagumi iblis dari sederet umat nabi dan rosul sebelumnya.
Liku-liku perjalanan hidup yg sementara disini ini semakin rumit kita fahami agar lolos dari tikungan-tikungan iblis. Pertanyaan demi pertanyaan terus bergulir. "Kenapa seperti ini? Bagaimana ini? Apakah aku telah jadi penghianat Tuhan yg menciptakan aku?" Dan masih banyak pertanyaan menggumpal dibenak. Ditengah kegelisahan kita tidak mungkin berdiam diri sebab perkiraan saya sosok iblispun tidak akan berhenti dengan ide-idenya menggoda kita untuk jadi pengikutnya kelak dineraka.
Melalui kecerobohan dan buasnya akal & nafsul amarah yang dimiliki oleh tiap manusia, membuat sifat keragu-raguan muncul. Kadang dari situ muncul lah beberapa pilihan yg seakan-akan semua pilihan itu salah. “Milih A, salah. Milih B, salah. Milih C salah juga”. Semua serba salah. Harus bagaimana ini??! Awas, Tuhan tdk mungkin monotone atas ujian dan cobaan-cobaan kepada hambaNya yang pasti setara dengan kemampuannya.
Perlahan kita fahami apa maksud Tuhan dengan sederet coba dan ujiNya dengan masalah yang mngkin tiap hari atau minggu masalah berduyun-duyun membuat depress. Disaat yang lain ternyata tidak, Tuhan  mendidik kita supaya kita lebih kenal dengan Tuhan. Mungkin kita yang kurang begitu memaknai atau bahkan terburu-buru dalam menyimpulkan masalah-masalah yang sedang kita hadapi saat ini.
Diujung kepenatan dan kegelisahan ini kita tetap harus meyakinkan diri, semoga semua ini akan membawa kebaikan dan keberkahan untuk hari esok dan nanti. Amin


Related Post

Next
Previous

0 Komentar: