Puing-Puing Hati

      Reruntuhan daun tua gambarkan raga dan dunia, Bahwa hidup sertakan ikhlas yang menjadi ruhnya dari apa-apa yang terjadi. Ajri gemercik air untuk bisa rayapi kehidupan fana. Semua binasa saat suasana hidup merayu maut tak kusa sebrangi lautan mati. Cercah cahaya hidup terangi yang redup. Bahwa harus ada konversi dalam kontemplasi dan konsekwensi. Angan ku ditaburi embun-embun pagi yang bersahaja. Nan ikhlas untuk jalankan raga yang sempurna. Tertutup gerhana jiwa yang berkepanjangan menderita. Derasnya air mata tak ada guna untuk kebaikan, kecuali sesalnya dlm taubat. Turunkan derita luka berbuah kebenaran. Tuntuh hembusan anugrah cinta yang selalu bertasbih penuh kemurahan. Serbuk kasih sayang jadikan dunia untuk akhirat yang kekal. Hingga zona kemulyaan tampak ulurkan ketenangan. Disitu..      Angan ku tertabrak kerumunan alam imajinal melalui diam ku yang bersuara dengan fikiran ku yang terbuka tanpa ada rasa kecewa untuk selalu tawarkan kemulyaan didepan orla.. Namun tak lain hanya Alloh lah penerang dari kegelapan ku untuk tendensi iman yang kokoh ditiap-tiap langkah ku sebagai jalan akhlaq hati dan jiwa ku. Dan masih banyak yang lapuk karena tak kusa untuk dapat yakinkan demi utuhnya uhwah karena kedurhakaan yang masih diarungi bersama lautan mati itu. Masih selalu ikut festival keangkuhan melalui biografi nafsu yang jauh tak mau berbaur dengan alam yang selalu beralunan tasbih dengan sayap-sayap hikmah warnai pilihan hidup.-;["Maha Suci Engkau"];-         Nuansa senja runtuhkan beban dalam guratan perasaan berujung dikerak benak ku begitu agung kuasa Nya. Maha suci Engkau. . . 

       Sering nya hati ini berkeluh tanpa sandaran. Kersahan darah muda buat reputasinya kehidupan, sampainya depresi mengarungi detak nadi ketika benak meronta tak mau menangkan dari nafsunya. Namun dengan nafsu pun menjadi jelas arti sulukh, tanpanya dan setan pasti menyalahkan Robb nya. Tuhan Alloh dapat dilihat mata kelak disurga bagi hati yang melihtnya didunia. Begitu, cinta Alloh itu surga.Tiada hal yang meragukannya untuk iman kepadaNya. Banyak hal yang tak bisa dijangkau pancaindra tapi hati melihatnya, maka bedanya Zat yang tidak masuk dimensi ruang dan waktu dan sifat yang ada pada Nya. 

Mahasuci Alloh. . . Saat-saat goresan dihati ironis diujung bibir ku, tak mau malu.

Related Post

Next
First

0 Komentar: